Sekilas Kontes Robot Indonesia

Posted: August 31, 2008 in Kontes Robot

Ajang unjuk mahasiswa yang diselengarakan oleh DIKTI bukan hanya PKM yang bermuara di PIMNAS, tetapi ada juga ajang bergengsi yang lain yaitu Kontes Robot. DIKTI  berkenan menyelenggarakan 2 jenis kontes yaitu Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Kontes Robot Indonesia (KRI) merupakan kontes robot kategori non-cerdas yang melibatkan peran manusia dalam pengendaliannya. Pada ajang ini, tema dan tingkat kesulitan yang diajukan berbeda-neda setiap tahunnya begitu pula negara penyelenggaranya berpindah-pindah. Dikabarkan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kontes ini pada tahun 2010 nanti. Tema untuk tahun ini adalah Panjat Pinang yang mengadopsi tema tingkat Internasionalnya di India yaitu GOVINDA. Pemenang kontes ini otomatis akan di kirim ke India.

Sedangkan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) merupakan kontes robot jenis baru yang baru tahun 2004 lalu diadakan. KRCI ini mengadopsi salah satu lomba robot Amerika yang paling bergengsi yang disponsori oleh perusahaan-perusahaan ternama dengan tema Fire-Fighting Robot Contest (Kontes Robot Pemadam Api) yang diselenggarakan setiap tahun dan sudah berlangsung selama 10 kali di Trinity College, Hartfort Connecticut AS. Pada KRCi ini, kita diharuskan membuat robot berukuran maksimum 31 cm x 31 cm x 31 cm yang dapat berjalan secara otonom sepanjang lorong “labirin” tanpa menyentuh dinding, dapat menemukan api lilin dan memadamkannya serta kembali ke titik awal.


Proses seleksi KRCI dan KRI sangat ketat dan terdiri dari 3 tahap. Tahap I adalah tahap pengajuan proposal. Ada kurang lebih 100 proposal yang masuk dari berbagai Perguruan Tinggi untuk KRCI namun hanya sebanyak 20 proposal terbaik saja yang terpilih. Tahap II adalah tahap visitasi, dari 20 yang dinyatakan lulus tahap I diambil 14 tim saja yang realisasi robotnya sudah memenuhi syarat. Tahap III adalah tahap pertandingan dimana robot dari masing-masing tim akan dipertandingkan pada suatu arena. Bagi tim yang lolos sampai tahap III maka oleh DIKTI diberi dana pengganti realisasi robot sebesar 4 juta rupiah per timnya untuk KRCI dan 4 juta per timnya untuk KRI.

Alasan diselenggarakannya kontes robot cerdas KRCI ini adalah karena selama ini kontes robot biasa (KRI) terlalu mengandalkan peran operator manusia sehingga sulit mengukur kemampuan teknologi suatu institusi Perguruan Tinggi. Semula KRCI ini seakan-akan diprioritaskan untuk tingkat Universitas. Ini dapat dilihat dari presentasi proposal yang diterima 80% tingkat Universitas dan hanya 20 % tingkat Politeknik. Kelihatannya ITB, UI dan ITS sangat berambisi untuk menjuarai ajang bergengsi yang baru pertama kali ini diadakan. Namun kenyataan menunjukkan hal yang sangat mengejutkan, ternyata Politeknik Negri Bandung mampu mengalahkan 11 tim dari tingkat Universitas dan 2 tim dari tingkat Politeknik.

Comments
  1. rotyyu says:

    Mudah2an bisa menang KRI tahun depan mas……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s